Belakangan aku melihat fenomena di Threads, banyak sekali orang tua yang lagi cari tahu pengalaman menyekolahkan anak tapi pingin dengar langsung dari sudut pandang orang tua yang beneran sekolahin anaknya disana, jadi bukan sekadar 'katanya'. Karena kita sama-sama tahu yaaa tidak ada sekolah yang sempurna persis seperti kemauan kita (kecuali homeschooling / bikin sekolah sendiri ✌🏻 huehehe), ditambah biaya pendidikan sekarang terbilang cukup tinggi dibanding jaman kita sekolah dulu, jadi pingin paham alasan kenapa sekolah itu worth it untuk dipilih 😉
Disclaimer:
Aku tinggal di Jakarta Selatan, yang menurutku di sini banyak sekolah bagus -- yang kalau sesama Moms bilang "di jaksel tuh, mau sekolah yang model apa aja ada, tinggal pilih yang sesuai tujuan pendidikan, value keluarga, jarak dan budget". Anakku laki-laki dan dia sekolah di Cikal dari kelas Bayi-bayi, Pre Kindie, dan sekarang di Reception Junior (TK A), We plan to have our son study here at least until the end of PYP. Untuk SMP, kita akan lihat berdasarkan peminatan subject dia dan rencana perkuliahan nantinya. Apakah bisa diakomodir di sekolah ini atau harus pindah ke sekolah yang lebih sesuai. Dari hasil Tes Kesiapan Sekolah sebelum daftar TK, IQ anakku Superior & hasil diskusi kami bareng Psikolog sekolah iB cocok untuk dia.
So, here we go..
Aku naksir dengan Cikal dari masa pra konsepsi. Karena waktu itu mau punya anak & baca buku seorang dokter kandungan tentang pentingnya persiapan jadi Papa Mama, jadi sekalian aja deh cari tahu tentang sekolah. Yang lucunya, sebelum aku nikah, aku lebih tertarik pada sekolah yang persis di sebelahnya #IYKYK sampai bikin kalkulasi biaya pendidikan anak dari TK - SMA di sekolah tersebut 😅 Setelah cari tahu lebih dalam & ngobrol dengan alumninya, aku memutuskan untuk beralih ke Cikal.
Sebelum Cikal berpindah lokasi ke Lebak Bulus & memiliki gedung bagus seperti sekarang, aku tetap melihat ini sekolah yang cocok buat anak kami at least untuk early childhood development-nya. Kami merasa pendekatan Cikal yang personalisasi, fokus pada kelebihan & keunikan anak akan jadi pondasi yang kuat untuk dia bertumbuh jadi manusia yang utuh, sebelum akhirnya dia siap bersaing di dunia luar. Kami juga punya pandangan, anak usia dini perlu ditanamkan kecintaan pada negaranya dalam hal berbahasa, berbudaya sesuai kearifan lokal makanya kami cocok untuk pra sekolah tidak perlu sekolah internasional.
Ada masanya, waktu kami lagi ngobrol-ngobrol dengan orang tua lain yang sekolahin anaknya di sekolah berbeda, mereka berusaha meyakinkan lagi untuk sebaiknya masukin aja ke sekolah pilihannya itu dengan budget yang beda dikit. But, we still chose Cikal.
Untuk orang tua yang cari review Rumah Main Cikal & Sekolah Cikal Lebak Bulus, here's my two cents:
- sekolah ini cocok untuk orang tua yang mau bersama-sama dengan anak dan guru membangun pondasi kuat anak ke dalam dirinya (inner strength). Karena orang tua akan involved sekali dalam urusan perkembangan anak, akan sering datang ke sekolah untuk belajar bareng cara membersamai anak. Orang tua akan dapat laporan hasil belajar dalam bentuk tulisan kualitatif, ini bagus untuk refleksi anak dan orang tua. Jadi, jangan berharap ada angka ya.
- sekolah ini bukan sekolah agama, tapi aku melihat anak laki-laki ku memahami mengapa dia harus berdoa kepada Allah, shalat sebagai cara untuk dekat dengan Allah, dia menganggap baca doa sebelum melakukan aktifitas supaya dia dilindungi & supaya mendapatkan keberkahan, dia selalu bilang belajar agama Islam & belajar quran di sekolah sangat menyenangkan. Dia pernah punya homeroom teacher non-muslim & bertanya mengapa bentuk tangan gurunya saat berdoa berbeda, setelah dijelaskan dan pernah mengalami momen di luar sekolah ada orang lain membahas isu SARA yang kurang tepat kepadanya, dia sempat bilang ke aku, "Ibu, kita kan ga boleh berkata seperti itu ya? Itu kan tidak baik", aku kagum ternyata dia bisa paham konteks & menghargai perbedaan. Sekolah ini punya situasi yang sama persis seperti kita hidup bermasyarakat, buat kami ini hal baik sebagai bekal nantinya dia bisa adaptif hidup di mana aja, dengan siapa aja.
- sekolah ini tidak mengakomodir orang tua 'berkarir' di lingkungan sekolah. Aturan sekolah jelas, orang tua dan anak wajib patuh. Beberapa aturan Cikal yang ku suka, tidak boleh merayakan ulang tahun di sekolah, tidak boleh memberikan bingkisan apapun di area sekolah, guru pun tidak boleh menerima gratifikasi dalam bentuk apapun (jadi mereka dibuatkan acara khusus untuk pemberian tanda terima kasih secara adil dan merata bahkan ke janitor dan satpam pun merasakan keriaan yang sama), dan masih banyak aturan lain yang membuat hatiku tenang sebagai orang tua. Aku suka dengan lingkungan Cikal yang hangat, dekat tapi fokus mengurus hidup masing-masing (ga kepo).
- sekolah ini menyediakan catering sehat, jadi untuk orang tua yang mau mendelegasikan urusan gizi ke pihak sekolah, bisa pakai. Mereka pakai vendor yang bisa siapkan snack & lunch, bisa atur sendiri jadwalnya, bisa pilih menu beragam setiap minggunya diantar ke kelas.
- parenting style-nya mirip-mirip. Kalau anak sakit, orang tua ngerti ga paksain anak masuk sekolah supaya jaga teman-temannya juga. Anak-anaknya manis, penyayang & saling jaga, tapi yang namanya anak-anak ga mungkin ga ada konflik yaa, aku bersyukur banget sih guru-gurunya sigap tanggap untuk membantu anak melaluinya sambil belajar.
- guru melihat anak itu individu yang istimewa, kalau ada hal yang memang harus diimprove mereka akan komunikasikan ke orang tua supaya sama-sama berupaya nih antara 3 pihak; guru - anak - orang tua, karena ini bukan hanya tugas sekolah ya untuk solved. Kalau ada hal yang memang sudah baik, guru akan menggunakan kelebihan tersebut supaya anak makin percaya diri.
- di tahun ajaran 2025/2026, fasilitas gedung di Lebak Bulus makin bagus, supaya anak-anak juga makin optimal ya belajar di sekolah.
- mulai dari Reception Senior (TK B), anak-anak menggunakan shuttle 🚎 untuk menuju dan pulang dari sekolah. Kalau dari arah rumahku, nantinya kami bisa drop-off dan pick-up dari Citos. Ini salah satu kebijakan yang ku suka dari Cikal, mereka benar-benar ngasih contoh ke anak-anak wujud nyata empati terhadap lingkungan seperti apa. Karena di mana-mana sekolah itu selalu jadi sumber kemacetan kan? Huhuhu.
- hal paling kelihatan semenjak anakku sekolah di sini adalah dia suka sekali sekolah. Dia menanti ketemu guru dan teman-teman, belajar, bermain di sekolah. Sering bilang kangen. Berapa hari lalu aku tanya, "kamu paling suka pelajaran apa di sekolah?", dia jawab "arane suka semua pelajarannya karena belajarnya menyenangkan" 🥰 buibu pasti paham bagaimana rasanya denger kalimat ini dari anak sendiri. Jadi ngerasa worth it bayar SPP seharga UMP Jakarta. Karena banyak pendapat parents lain yang kami terima, dengan SPP segitu nambah dikit bisa dapet sekolah internasional. But for us, ini bukan cuma tentang english speaking environment, status international school or high class network tapi soal pondasi diri.
- meskipun ini sekolah iB, aku tetap melihat anakku punya kedisiplinan & kemandirian dalam hal mengerjakan tugas rumah, dia tau cara supaya tepat waktu, apa yang perlu dibawa besok, mengulang hal-hal yang dia dapet dari sekolah di rumah, dan konteksnya dia masih anak 4,5 tahun di mana pelajarannya disesuaikan dengan perkembangannya. Aku ga sepakat dengan pendapat yang bilang anak-anak iB cenderung ga disiplin & kurang pintar, karena definisi pintar itu kan luas 🤓 By the way, ada juga lho parents yang bilang, "ini mah murid-muridnya menang-menang lomba bukan 'hasil kerjaan' sekolah tapi karena ortunya les-in sana sini", aku justru melihat banyak parents generasi Y, kita merasa pendidikan anak tuh bukan cuma tanggungjawab sekolah yang minterin lho, justru kita pingin anak kita dilatih dengan optimal di hal yang jadi kelebihannya. Yang aku percaya selama ini, anak bisa berhasil itu pasti besar support orang tuanya. Bukan cuma, dia terlahir dengan genetik cerdas lalu dia jadi terdepan hasil dari gurunya ngajar bagus.
Ok, lanjut..
Terus ada yang nanya, "dari rumahmu bukannya lebih dekat ke Sekolah Cikal Kemang ya? Kok tetep pilih yang jauh ke Lebak Bulus? Kenapa?", karena yang di Kemang baru dibuka setelah kita udah mantap daftar yang Lebak Bulus, sempet survey juga (ya ga nutup kemungkinan mungkin SD / SMP / SMA pindah ke Kemang), selain akan jadi angkatan pertama, gedungnya juga belum sepenuhnya jadi. So, ga ada urgency kita pindah -- meskipun benar secara jarak dekat.
So far, untuk mengantisipasi jalanan TB Simatupang yang sedang tidak bersahabat, supaya ga stress di jalan kita naik MRT dan anaknya happy 🚇 dari pengamatan kami, selama naik MRT waktu tiba di sekolah selalu sama setiap harinya (terukur) jadi anakku ga perlu berangkat terlalu pagi, dan sekarang tidak pernah lagi terlambat ke sekolah. Yeayy!
Menurutku selain jarak, faktor aksesibilitas itu penting saat milih sekolah, buat alternatif pilihan transportasi. Karena rencana pendidikan kami di sana sangat panjang, kami mau ajarin dia untuk belajar efektif efisien dengan menggunakan transportasi umum, jaga-jaga kami ga bisa selalu antar (pas dia nya udah cukup besar dan mandiri ya).
Kalau ada teman-teman yang tanya ke kami, "so far gimana En, Cikal?", aku orang tua yang happy banget sekolahin anak di sini, match my expectation. Satisfied 🥰
Room for improvement selalu ada kok, karena aku percaya manusia itu bertumbuh pingin yang lebih baik lagi. But for me, Cikal adalah pilihan terbaik buat kami.
Hope it helps ya, parents.. karena aku yakin setiap orang tua pasti ingin kasih yang terbaik buat anaknya 💛
No comments:
Post a Comment